Samarinda – PT Insani Baraperkasa, anak perusahaan PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI), kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, IBP menggelar bakti sosial kesehatan di Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kegiatan ini mencakup pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, donor darah, serta sosialisasi pencegahan tuberkulosis (TBC), yang disambut antusiasme tinggi dari warga setempat.
Antusiasme Warga dan Partisipasi Manajemen
Kegiatan bakti sosial tahun ini mencatat peningkatan signifikan dalam partisipasi masyarakat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ratusan warga Desa Tani Bhakti memadati lokasi acara untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan bekerja sama dengan Puskesmas Loa Janan dan Palang Merah Indonesia (PMI). Mohamad Nilzam, External Manager PT IBP, menyatakan bahwa lonjakan kehadiran ini mencerminkan manfaat nyata program bagi komunitas sekitar wilayah operasional perusahaan. “Jumlah warga yang hadir jauh lebih banyak, membuktikan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Manajemen IBP turut terlibat langsung, dengan sejumlah pimpinan departemen seperti HSE Manager Radinal dan Exploration Manager Hidayat Adi Putra ikut mendonorkan darah. Partisipasi ini memperkuat citra perusahaan sebagai mitra strategis bagi masyarakat lokal, sejalan dengan prinsip good corporate governance di sektor pertambangan.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah dan Fasilitas Kesehatan
Kepala Desa Tani Bhakti, Muhammad Amin, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif IBP. Menurutnya, bakti sosial ini tidak hanya menyediakan layanan kesehatan langsung, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga terhadap penyakit menular seperti TBC. “Sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan puskesmas sangat positif untuk kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Rusliansyah Efendi, Kepala Puskesmas Loa Janan, juga memuji kontribusi CSR IBP yang konsisten. Ia menyebut bantuan sebelumnya seperti pembangunan posyandu Mawar yang lengkap dengan sarana prasarana telah dimanfaatkan optimal, termasuk untuk program Posyandu Sehat dan Gembira (Pos Seger). Program ini berhasil mencapai kunjungan balita 100% melalui inovasi seperti pembagian kue ulang tahun bulanan. Selain itu, IBP pernah berkontribusi membangun sumur bor air bersih untuk 60 kepala keluarga (KK) di RT 07 dan RT 11 pada 2024, mengatasi masalah air keruh dan langka saat kemarau bekerja sama dengan PT Arta Bumi Sakti.
Komitmen Jangka Panjang IBP di Tengah Industri Tambang
Sebagai bagian dari grup RAIN Tbk, IBP terus memperkuat program CSR di bidang kesehatan, lingkungan, dan infrastruktur. Kegiatan bakti sosial ini merupakan agenda rutin yang selaras dengan regulasi K3 Nasional, sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) terkait kesehatan masyarakat (SDG 3). Di tengah dinamika industri pertambangan yang sering dihadapkan pada isu lingkungan, inisiatif seperti ini menjadi contoh positif bagaimana perusahaan ekstraktif berkontribusi pada pembangunan daerah.
Desa Tani Bhakti, yang terletak di sekitar area operasi IBP, telah merasakan berbagai manfaat CSR sebelumnya. Selain posyandu dan sumur bor, perusahaan juga aktif dalam tanggap bencana seperti banjir dan longsor, termasuk kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kaltim untuk bantuan makanan siap saji. Dukungan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga mempererat hubungan harmonis antara perusahaan dan komunitas.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Wilayah
Program CSR IBP di Desa Tani Bhakti berkontribusi pada perekonomian lokal melalui penciptaan lapangan kerja tidak langsung dan peningkatan akses layanan dasar. Dengan fasilitas kesehatan yang lebih baik, produktivitas warga meningkat, yang pada akhirnya mendukung stabilitas sosial di Kutai Kartanegara—salah satu penghasil batubara utama di Kaltim. Di era pasca-reeleksi Presiden Donald Trump yang menekankan deregulasi sektor energi, perusahaan tambang Indonesia seperti IBP semakin diharapkan menyeimbangkan operasional dengan tanggung jawab sosial untuk lisensi operasi sosial (social license to operate).
Ke depan, IBP berharap sinergi ini terus berkelanjutan, dengan potensi ekspansi program seperti edukasi K3 untuk warga dan pelatihan keterampilan. Inisiatif ini tidak hanya memenuhi kewajiban CSR, tetapi juga memperkuat positioning IBP sebagai pemain pertambangan berkelanjutan di pasar domestik dan ekspor.










