Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Cicatih mencatatkan pencapaian luar biasa pada awal tahun 2026. Berdasarkan data operasional terbaru, produksi listrik PLTM Cicatih pada bulan Januari 2026 tercatat sebesar 3.722.900 kWh, menjadi rekor produksi bulanan tertinggi sejak pembangkit memperoleh persetujuan Commercial Operation Date (COD) dari PT PLN (Persero) pada Oktober 2019.
Capaian ini melampaui rata‑rata produksi bulanan tertinggi sebelumnya yang tercatat pada tahun 2025, yakni sekitar 3.139.917 kWh per bulan. Produksi listrik pada Januari 2026 naik sekitar 8,3% dibanding Januari 2025 yang tercatat 3.437.460 kWh. Sementara, jika dibandingkan dengan Januari 2024 dengan produksi listrik sebesar 3.161.810 kWh, tumbuh 17,75% secara year‑on‑year, dan Januari 2023 produksi listrik mencapai 3.356.210 kWh, naik 11,60% year‑on‑year.Produksi bulan Januari 2026 tersebut juga menunjukkan bahwa PLTM Cicatih mampu beroperasi pada level pemanfaatan kapasitas yang lebih tinggi, sejalan dengan upaya optimalisasi operasional dan kondisi hidrologi yang mendukung di aliran Sungai Cicatih, Sukabumi, Jawa Barat.
Kinerja Operasional yang Semakin Andal
PLTM Cicatih memiliki kapasitas terpasang sebesar 2 x 3,2 megawatt (MW) dan dikelola oleh PT Bias Petrasia Persada, anak usaha PT Khatulistiwa Hidro Energi yang merupakan bagian dari portofolio energi baru terbarukan PT Resource Alam Indonesia Tbk dengan kode saham KKGI. Sejak mulai beroperasi secara komersial pada 2019, pembangkit ini terus meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional, salah satunya melalui program pemeliharaan berkala dan penyesuaian pola operasi dengan pola debit air sungai.
“Pencapaian produksi bulanan tertinggi pada Januari 2026 menjadi bukti bahwa PLTM Cicatih mampu beroperasi secara konsisten dan andal,” jelas Sumarwoto, General Manager PT Bias Petrasia Persada mewakili manajemen. “Kami memandang capaian ini sebagai bagian dari komitmen untuk memaksimalkan kontribusi energi hijau ke sistem kelistrikan nasional.”
Kontribusi terhadap Transisi Energi Hijau
Listrik yang dihasilkan PLTM Cicatih disalurkan ke PT PLN (Persero) melalui skema Power Purchase Agreement (PPA) jangka panjang, sehingga menjadi bagian dari bauran pembangkit berbasis energi baru terbarukan di Jawa–Bali. Dengan mengandalkan aliran Sungai Cicatih, PLTM Cicatih berperan dalam mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar fosil sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dari sektor kelistrikan. PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) melalui anak usaha PT Khatulistiwa Hidro Energi, pemilik PT Bias Petrasia Persada, pengelola PLTM Cicatih, mendukung target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional sebesar 23%.
“Dengan rekor produksi Januari 2026, akan memperkuat posisi PLTM Cicatih sebagai salah satu aset strategis dalam portofolio energi terbarukan perseroan,” ungkap Sumarwoto. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat mendukung kinerja keuangan anak usaha dan memperkuat kepercayaan investor terhadap komitmen perusahaan dalam pengembangan energi berkelanjutan.
Prospek ke Depan
Tercapainya rekor produksi bulanan tertinggi sejak COD, manajemen PLTM Cicatih menyatakan akan terus memantau kondisi hidrologi, menjaga keandalan unit pembangkit, serta mengoptimalkan pola operasi agar kinerja tinggi ini dapat dipertahankan di periode‑periode berikutnya. Di sisi lain, pencapaian tersebut menjadi indikator awal yang positif bagi kinerja tahunan PLTM Cicatih pada 2026, sekaligus memperkuat peran pembangkit dalam mendukung target bauran energi terbarukan nasional.










